Paket Review (part 1) The sound of Music (1965)
fiuuuh… akhirnya… ada kesempatan nge post juga…
niatnya sih ngepost beberapa hari yang lalu.. tapi gak tau kenapa baru sempat sekarang…
hari ini, aku mau nyicil nge review beberapa judul film yang udah di sebutin temen-temen di posting an sebelumnya..
dan yang aku komentarin disini adalah film yang sudah melewati sapu an mataku. alias sudah aku tonton.. soalnya aku hanya mengomentari film yang sudah aku tonton.
jadi, buat film lain yang belum ada di postingan ini, akan tetap aku review. tapi setelah aku temukan link downloadnya, lalu aku download, dan aku tonton deh..
oleh karena itu judulnya menggunakan (part 1).
oke deh.. langsung aja..
oh iya sampai lupa.. semua komentar saya disini tidak pasti betul 100% lho.. itu ringkasan yang bisa saya tangkap. jadi, barangkali ada yang tidak setuju dengan ringkasan / ulasan saya, boleh di betulkan. karena bisa saja waktu saya nonton filmnya, dalam keadaan agak mengantuk..
oke.. film pertama.
Judulnya :
The Sound of Music (1965)

judul tersebut saya dengar pertama kali dari komentar pakde Cholik
karena tahunnya cukup membuat penasaran. yaitu 1965..
langsung deh saya cari linknya dan saya download.
dan setelah saya tonton, kesan pertama adalah…
film ini lawas banget settingnya.. (ya jelas.. emang lawas kok) ![]()
info gak penting = (saya nulis review ini sambil dengerin lagunya tompi yang “no matter what you do” enak banget.. yang ini jazz banget.. keyboard ma bass nya maen banget..)
oke.. lanjut lagi,
disini, yang bisa saya tangkap yaitu,
seorang biarawati yang menurut biarawati lainnya suka membuat masalah, dikirim ke kota oleh ketuanya untuk mengetahui dunia luar untuk pengetahuan rohani.
dan dia dikirim untuk menjadi pengasuh anak di sebuah keluarga Captain Von Trapp.
kebetulan, anak dari captain von trapp ini berjumlah 7 orang. dan kebetulan semuanya nakal. jadi, para pengasuh anak yang sebelumnya tidak betah semua karena kejahilan ke tujuh anak tersebut.
Ada 1 hal yang tidak cocok di benak si lakon yang bernama Maria ini pada saat pertama kali bertemu dengan keluarga von trapp. Yaitu, sang ayah terlalu disiplin kepada anaknya. Bahkan, tidak biasa memanggil anaknya dengan menyebut nama. Tapi dengan menggunakan peluit. Jelas sekali seperti memanggil binatang saja.
Maria di jahili terus oleh anak2 captain von trapp.
Tapi, karena si Maria ini memang sayang dengan anak anak, dia tidak menyerah.
Di film ini, banyak sekali adegan-adegan yang membuat saya tertawa. Salah satunya, dia meminta kain kepada captain von trapp. Maria berniat membuatkan pakaian khusus bermain untuk anak-anak captain. Tapi, sang captain menolaknya karena dia tidak begitu suka anaknya jadi suka bermain dan tidak disiplin. Akhirnya, dia nekat menggunakan Korden jendela dan membuatnya menjadi pakaian bermain.
Keesokan harinya, Maria dan anak-anak bermain dan Maria pun mengajarkan mereka menyanyi. Karena semenjak kematian ibu kandung mereka, nyanyian di rumah mereka sudah tidak pernah lagi terdengar.
Saya rasa, cukup sampai disini saja saya mengantar anda pada cerita The Sound of Music ini. Karena, disinilah tempat Finish yang tepat. Karena, banyak pertanyaan yang muncul bila berhenti disini. Seperti :
1. Bagaimana reaksi sang ayah bila mengetahui anak-anaknya bermain-main ?
2. Bagaimana pula reaksinya mengetahui anak-anaknya mulai bernyanyi lagi?
3. Bagaimana pula reaksinya mengetahui anak-anaknya mengenakan baju dari korden ?
dan lain sebagainya.
kalau ingin mengetahui kelanjutannya hingga akhir cerita, silahkan menonton langsung, karena saya yakin menonton langsung lebih banyak mengundang tawa dari pada membaca review saja.
.
Mencari film ini di Rental agak susah. Karena faktor usia.
ini link downloadnya kalau ingin men Download film The Sound of Music ini.
download film ini
yang pasti, saya ucap terima kasih banyak pada pakde Cholik atas sarannya. Saya akui ini sangat bagus. Meski bersifat seperti film india, yaitu banyak adegan menyanyi dan sedikit menari, tapi, nyanyian di film ini lebih membuat hati saya nyaman.
no offense to Bollywood fans.. this is just my opinion.
review berikutnya akan segera saya post. yang pasti, semua judulnya berasal dari partisipasi anda juga. Terma kasih pada anda semua yang sudah menyumbang judul di postingan sebelumnya
Andy said,
December 15, 2009 at 6:52 am
Sepertinya bagus filmnya, jadi pingin nonton…
noun said,
December 15, 2009 at 8:48 am
hehe.. emang bagus kok (menurut saya).. smoga bagus juga buat mas…
Andy said,
December 15, 2009 at 6:52 am
Ijin sedot gan……
noun said,
December 15, 2009 at 8:49 am
monggo gan…
fadhilatul muharram said,
December 15, 2009 at 8:17 am
dan phiuh.. akhirnya aku jadi komentator kedua..
noun said,
December 15, 2009 at 8:50 am
phiuhhh.. gpp mbak… yang penting masih 5 besar… hehe
fadhilatul muharram said,
December 15, 2009 at 8:21 am
hmm.. ada lagi satu film bagus mas, diangkat dari novel laris, TO KILL A MOCKING BIRD. filmnya pun berjudul sama dan dibuat pa tahun2 yg berdekatan. novel terbit tahun 60 dan filmnya dibuat tahun 62.
saya pernah buat reviewnya… bisa dilihat di http://dhila13.wordpress.com/2009/10/26/kenapa-to-kill-a-mockingbird/ jika berkenan
noun said,
December 15, 2009 at 8:50 am
sip2… trims mbak.. akan saya tonton dulu…
arifn said,
December 17, 2009 at 6:52 am
hahaha..,
promosi di sini juga.. ^^
noun said,
December 17, 2009 at 8:57 am
wi3nd said,
December 15, 2009 at 8:58 am
jiaaa..1965 jadul ban9eed yaah,belum ada didunia saat itu
hemm tapi sepertina ba9uss..nti cuba donlot,makasi yaa
noun said,
December 15, 2009 at 9:06 am
sama2 wi3nd.. biar jadul, tapi original ceritanya.. masih idealis..
bagus kok..
Yessi said,
December 15, 2009 at 9:36 am
hai..first visit niy…salam kenal ya..
nanti de aku donlod di rumah
kamu suka Simpson ya?
sama dwunk
noun said,
December 15, 2009 at 9:51 am
hah ? masa ? suka simpsons juga ? wah nyambung neh…

iya met download.. jadi pengen nge review simpsons neh.. hehe
makasih visitnya…
Ruang Hati said,
December 15, 2009 at 10:47 am
rancak nih musiknya, cool
noun said,
December 15, 2009 at 1:33 pm
iyah.. emang bagus musiknya …
makasih
dedekusn said,
December 15, 2009 at 3:01 pm
Film yg menarik kayaxnya…
dedekusn said,
December 15, 2009 at 3:04 pm
Pisss untuk Filmnya
SUKSES!
noun said,
December 15, 2009 at 3:24 pm
piss juga… sukses juga
noun said,
December 15, 2009 at 3:24 pm
hehe.. iya menarik kok
budisan68 said,
December 15, 2009 at 3:41 pm
yang penting absen, ngantre karcis
noun said,
December 15, 2009 at 3:59 pm
hehe iya.. terima kasih…
hak1m said,
December 16, 2009 at 11:36 am
wew mirip kisahnya august rush kali ya… nice film and so inspire…. nice bro,….
noun said,
December 16, 2009 at 11:56 am
iya juga ya.. kalo august rush maenin gitar, organ, dan jadi arranger. kalo di sound of music, maen gitar aja..
kidungjingga said,
December 16, 2009 at 1:29 pm
film ini bagus, everlasting sepertinya…. bayangkan, ngelewatin beberapa masa, tapi sepertinya masih enak aja ditontonnya. satu film keluarga yang asyik…
noun said,
December 16, 2009 at 2:18 pm
iya memang mbak.. saran dari pakde sih.. ternyata memang bagus..
hersu said,
December 16, 2009 at 2:09 pm
hmmm…kedengarannya bagus. ngikut nonton dunkz
noun said,
December 16, 2009 at 2:19 pm
silahkan.. senang bisa berbagi film2 bagus..
makasih
hanif said,
December 16, 2009 at 6:16 pm
Ya reviewnya kok cuma setengah…??
noun said,
December 16, 2009 at 7:02 pm
lha takut ntar yang baca pada tau inti ceritanya.. trus jadi gak pengen nonton sendiri dong..
jadi, semua review disini saya buat begitu. biar penasaran .. hehe..
arifn said,
December 17, 2009 at 6:49 am
Dulu saya sempet dipinjemin film ini..
Lagu-lagunya bagus.. masih keinget sampe sekarang, apalagi yang do re mi itu..
Endingnya udah lupa euy.. hahahaha…
noun said,
December 17, 2009 at 8:57 am
hehe iya yang doremi bagus banget.. rata2 bagus2 suaranya orang sana ya..
dedekusn said,
December 17, 2009 at 2:43 pm
BW & selamat malam
noun said,
December 17, 2009 at 4:42 pm
selamat malam juga..